Rabu, 07 Januari 2009

Introduksi Alat Pencetak Rengginang Tepat Guna

Salah satu tugas melekat yang tidak dapat dielakkan bagi insan perguruan tinggi adalah melakukan pengabdian masyarakat. Dalam salah satu kegiatan pengabdian masyarakat saya di Dinas Pertanian Propinsi DIY, saya bertemu dengan kelompok UKM pangan. Dari sekian banyak permasalahan yang dilontarkan, ada salah satu permasalahan yang diungkapkan oleh UKM rengginang Lestari – Sleman yang menurut saya cukup menantang. Permasalahan tersebut adalah tuntutan adanya alat pencetak rengginang.

Selama ini, proses pencetakan rengginang masih dilakukan secara manual – tanpa alat cetak khusus. Untuk mendapatkan rengginang berbentuk lingkaran, pengrajin UKM menggunakan alat sederhana berupa potongan pralon dengan diameter tertentu. Cara pencetakan rengginan secara manual ini mempunyai beberapa kelemahan, yaitu perlu ketelatenan dan ketrampilan tinggi. Selain itu butuh waktu lama dan kapasitas produksinya rendah. Untuk bisa melakukan pencetakan secara manual, tidak setiap pekerja mampu melakukannya, terutama pekerja yang masih relatif baru. Bagi pekerja yang sudah terampil, setiap harinya mampu mencetak 1100 biji rengginang, sedangkan pekerja yang masih belajar maksimum hanya 400 biji rengginang per hari. Dengan kata lain, apabila jam kerja per hari sekitar 7 jam maka rengginang yang dihasilkan adalah sekitar 157 buah per jam per orang bagi yang sudah ahli, atau sekitar 58 buah per jam per orang bagi yang belum ahli.
Alat pencetak rengginang yang dimaksudkan UKM ini belum ada di pasaran, dan inilah yang menantang bagi saya. Bisa gak ya memenuhi permintaan UKM ?. Jujur saja, waktu menerima tantangan ini saya belum pernah melihat langsung bagaimana proses pembuatan rengginang dari beras ketan. Saya hanya tahu wujud fisik rengginang beras ketan dan menduga-duga proses pembuatannya. Saya hanya yakin bahwa ”setiap masalah pasti ada jalan keluarnya”. Nah..... berbekal tekad itulah saya kemudian melihat langsung bagaimana proses pembuatan rengginang di UKM dan sekaligus mendeskripsikan apa yang menjadi masalah utama dalam proses pencetakan.
Dengan mempelajari proses pencetakan rengginang secara manual di UKM “LESTARI” - Sleman, saya menterjemahkannya kedalam “bahasa mesin atau tuntutan teknis alat”, kemudian dengan mengadopsi beberapa cara kerja mesin tepat guna, maka tergambarlah solusi alat pencetak rengginang. Dari pengalaman selama ini, tidaklah mudah untuk mengintroduksi alat teknologi tepat guna yang baru kepada UKM. Biasanya aspek effisiensi menjadi tuntutan utama. Meskipun alat dapat dioperasionalkan tetapi dengan resiko harus menambah beaya untuk listrik , bahan bakar, atau ada tambahan beaya lainnya sehingga dapat meningkatkan beaya produksi, maka jangan harap UKM mau menggunakan alat bantuan tersebut. Yang diinginkan UKM umumnya adalah permasalahan yang dihadapi teratasi, alat dapat dioperasionalkan, kalau bisa tidak mengeluarkan beaya lagi (untuk listrik atau bahan bakar), dan yang pasti adalah ...... alat yang diintroduksi adalah bantuan alat gratis.... tissss .. tisss..... tiissss......
Pada prinsipnya alat ini mengadopsi mekanisme alat penutup gelas plastik, yaitu terdiri dari a) Kerangka alat , b) Kayu penekan , c) papan kayu pencetak berisi potongan pralon, d) Handle untuk menurunkan (menekan) rengginang yang dicetak, dan e) meja dudukan alat (lihat gambar).

Cara Kerja Alat Pencetak Rengginang ini adalah sbb: 1) Sebelum dicetak, beras ketan kukus disiapkan dalam thermos nasi terlebih dahulu agar tetap hangat. Demikian juga papan pencetak yang berisi potongan pralon juga harus disiapkan terlebih dahulu. 2) Setelah semuanya siap, diambil beras ketan kukus secukupnya dan diisikan pada cetakan dalam papan pencetak. 3) Selanjutnya dilakukan proses penekanan atau pemadatan rengginang. Proses ini dilakukan dengan menarik handle sehingga kayu penekan turun dan menekan atau memadatkan rengginang dalam cetakan. 4) Setelah selesai penekanan, rengginang dikeluarkan dari cetakan. Pengeluaran rengginang cetakan dilakukan dengan cara didorong dari bawah kemudian dipindahkan pada nyiru. 5) Rengginang yang diperoleh selanjutnya dikeringkan.

Alat pencetak rengginang yang dihasilkan ini mudah dioperasikan oleh siapa saja, termasuk pekerja yang belum tergolong ahli. Hal ini berbeda jauh dengan proses pencetakan secara manual yang membutuhkan keahlian. Alat Pencetak Rengginang ini mampu mencetak rengginan dengan spesifikasi ukuran maupun tekstur yang sama dengan cara manual, yaitu mempunyai diameter 4,5 cm, berat basah tiap biji 15 gram, dan berat keringnya 6 gram. Dengan alat pencetak rengginang ini, kapasitas pencetakannya bisa meningkat lebih dari dua kali lipat, sebab tiap menitnya mampu dihasilkan 4 - 5 buah rengginang cetak per orang ( 240 - 300 rengginan per jam per orang), sedangkan secara manual hanya 2 buah rengginang per menit atau 120 rengginan per jam per orang.
Dari beberapa alat teknologi tepat guna yang diintroduksi kepada UKM, menurt saya alat inilah yang paling memuaskan. Mau tahu kenapa ?. Sejak diintroduksi tahun 2004 yang lalu ternyata sampai saat ini alat tersebut masih digunakan oleh UKM (berarti sudah sekitar 4 tahun), sebab alat ini cukup praktis, mudah dioprasikan oleh siapa saja –termasuk pekerja pemula, alat ini tidak menggunakan tambahan bahan bakar ataupun listrik, sehingga tidak menambah beaya produksi, dan meskipun alat ini masih dioperasionalkan secara manual tetapi alat ini mampu melipatgandakan kapasitas produksinya. Semoga keberadaan alat pencetak rengginang tersebut akan semakin meningkatkan kesejahteraan pengusaha UKM, Amiin. (untuk saya, cukup pahala yang terus mengalir saja, karena ini adalah bagian dari ilmu yang bermanfaat kan ?).

19 komentar:

  1. wah, ide yang bagus sekali. tolong mas gambar alatnya ditampilkan dong. kalo mo pesan alatnya gimana?

    BalasHapus
  2. Terima kasih komentarnya mas Dedi. Wah maaf banget, kalau soal gambar-menggambar saya tidak terlalu menguasai. Dulu waktu mewujudkan ide ini, saya menyampaikan ide ke bengkel kemudian teknisi bengkel yang menerjemahkan secara teknis sambil diskusi. Orang jawa mengatakan "gambar mlaku" yah seperti trial and error gitu. Tak gak apa-apa, yang penting ide terwujud dan hasilnya sesuai harapan. Kalau sampeyan berminat, bisa saja saya ajak ke UKM-nya. Kalau tidak, foto di atas sebetulnya sudah agak jelas & bisa memberikan gambaran.

    BalasHapus
  3. INFO HARGA MESIN TERSEBUT

    BalasHapus
  4. mas,pak ,bu, .>>>> qt dari anak sma yang lag cari informasi tentang teknologi tept guna yang alami .,.?/ misalya dri bambu,kayu, dllnya ?? tolongin dong ?? karena , ditempat kami masih banyak bahan2 yang alami2 ??? dan jarang sekali dimanfaatkan oleh masyarakat sekarang >>>/.th

    BalasHapus
  5. mas itemgelep, saya sbtulnya masih kurang nangkep apa yg dimaksud. Yang dicari apakah teknologi tepat guna untuk menangani bhn2 alami, atau teknologi tepat guna yg dibuat dari bahan alami ?
    Kalau boleh tahu, bhn2 alami apa saja yg ada dan msh jarang dimanfaatkan masyarakat sekarang ?, barangkali saya bisa bantu. Thanks.

    BalasHapus
  6. mas kapan membuat alat pencetak rengg\inang tersebut,,,?/?
    apakah gak bisa dibuat yang lebih besar kapasitasnya...

    BalasHapus
  7. mas samuel, alat cetak rengginang ini sudah saya buat dan hingga sekarang masih digunakan oleh UKM Rengginang "Lestari" Sleman Yogyakarta. Itulah sebabnya saya cukup bangga dg karya alat cetak rengginang ini. Meskipun sederhana, tetapi sangat membantu UKM.
    Kalau untuk memperbesar kapasitas, gampang saja caranya yaitu diperbanyak saja alatnya, karena alat ini cukup murah dan mudah bikinnya.

    BalasHapus
  8. Mas untuk pesen alat itu, aku harus ke UKM yang beralamat dimana ?

    Trim's infonya.

    BalasHapus
  9. mbak nita, kalau tinggal di jogja bisa saya tunjukkan. Nanti bisa dilihat dulu aja, kalau cocok baru pesen di bengkel. Nanti saya bantu.

    BalasHapus
  10. bagaimana tuh cara kerjanya dan tolong di tampilkan donk gambar alatnya.............trus di jual dimana

    BalasHapus
  11. gambar alat dan cara kerja sebetulnya sdh dijelaskan dlm artikel. mohon disimak lagi. Sebetulnya ada video cara kerja alat, mungkin kalau diperlukan akan saya upload nanti kapan2. terima kasih atas kunjungannya.

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum pak priwit...perkenalkan saya samsul mahasiswa UNIV. BRAWijaya Malang. sebelum saya menemukan artikel ini saya telah merancang alat pencetak rengginang ukuran besar dan mahal awal thun 2009...tpi setelah saya implementasikan pd sentra industri rengginang di desa saya ternyata hasilnya kurang baik. Lalu saya temukan artikel ini, lalu saya kembangkan dg kapsitas besar...jadi bukan satu persatu.pentolannya empuk dg sistem fingers seperti jari...saya buat sendiri di bengkel mekanisasi. diimplentasikan masih juga ada kekurangan.
    Awal niat saya buat itu, persis seperti bapak cuma saya berstatus sbg pemuda asli desa/daerah yg merasa terpanggil untuk membantu itu saja. Kalo saya sedikit mengoreksi alat bapak, kalo di implementasikan terlalu lama karenamsh satu persatu. mohon bimbingnnya pak,alat saya juga tdk berfungsi baik. saya bisa minta no. kontak pak? makasih...

    BalasHapus
  13. oh ya sempat lupa....ide awalnya saya melihat dilapang dan keluhan pak kepala desa awal tahun 2008 baru bisa saya coba rancang awal 2009 karena kebtulan ada uang itu aja....
    mohon bimbingannya pak...

    BalasHapus
  14. makasih mas Samsul atas kunjungannya. Saya sabtulnya tdk berlatar belakang ttg teknik atau permesinan. Pada awalnya saya hanya menerjemahkan proses pencetakan rengginang secara manual menjadi mesin yg diharapkan UKM, dan kbetulan cocok dipakai hingga sekarang. Sebetulnya sdh saya buatkan papan panjang yg berisi banyak cetakan, tetapi dinilai repot oleh ukm, shg akhirnya dicetak satu per satu. Sbtulnya bisa juga dg papan cetakan berbentuk lingkaran, shg proses pencetakannya scara kontinyu terus menerus. Monggo silahkan dicoba saja. No kontak saya 0857 2904 1007

    BalasHapus
  15. kalo boleh tahu...seperti apa sih pak alat yg bapak buat. yg sebelmnya bpk buat cetakan buanyak...trus..mungkin kalo bisa saya diberi foto beserta ukuran alat dan bahannya.apa..yg benar2 telah direalisasikan. biayax berapa?
    mungkin saya bisa buat, disini (Malang). Atau mungkin saya modif sedikit berbeda...karena saya merasa harus membantu desa saya, sebelum saya lulus. sebab kalo sudah lulus nanti sudah ada kesibukan yg lain pak.Saya semester akhir.
    Kalau boleh Bisa minta tolong bapak email ke saya " samsul.mubaligh@yahoo.co.id
    makasih pak priwit bantuannya...

    BalasHapus
  16. Pak, sebagusnya bapak produksi aja alat tersebut, karena saya yakin bayak yang akan pesan

    BalasHapus
  17. kapan membuat alat pencetak tahu perbiji

    BalasHapus
  18. gunawan super4 Juli 2010 15.07

    salam...maaf mas, alamat bu lestari itu di mana ya, saya juga punya usaha kuliner mau bertanya-tanya dan kalau cocok insya Allah mau kerja sama dengan bu lestari di kirim di email saya ya mas terimakasih.

    BalasHapus
  19. Memenuhi permintaan para pengunjung, alat pencetak rengginang diatas sekarang sudah diproduksi secara komersial dengan harga sangat terjangkau bagi UKM. Informasi lengkap, silahkan kunjungi website kami http://alatcetakrengginang.com/ Terima kasih.

    BalasHapus