Rabu, 31 Desember 2008

Antara Rengginang Singkong Bojonegoro dan Pathilo Gunungkidul

image963Singkong atau ubi kayu merupakan salah satu hasil pertanian yang ketersediaannya sangat melimpah dan harganya cukup murah. Di tingkat petani, harganya hanya berkisar Rp. 500 - 1000. Oleh karenanya, upaya untuk meningkatkan nilai tambah (added value) ubi kayu mutlak diperlukan sehingga dapat  meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

Di tingkat petani, upaya untuk mengolah ubi kayu menjadi produk olahan yang dapat meningkatkan kesejahteraannya sebenarnya juga sudah dilakukan, hanya saja macam variasi produk olahannya masih sangat terbatas dan kebanyakan produk olahannya bersifat setengah basah ataupun daya simpan produknya relatif terbatas, misalnya diolah menjadi combro, lemet, tape, direbus, digoreng, dan sebagainya. Akibatnya, jangkauan pasar yang dapat dicapai relatif terbatas dan jumlah bahan baku ubi kayu yang terserappun juga relatif sedikit.



Mengingat ubi kayu merupakan salah satu bahan hasil pertanian yang mudah rusak, dan keberadaannya pada saat panen sangat melimpah, maka upaya untuk penanganan pasca panen ataupun upaya pengolahannya harus segera dilakukan. Untuk dapat menyerap semaksimal mungkin bahan baku ubi kayu yang ada di masyarakat, maka skala produksinya haruslah skala industri yang mampu menyerap ubi kayu secara kontinyu dalam jumlah yang cukup besar. Dalam hal ini tidak harus industri skala besar, melainkan industri kecil dan menengah atau UKM-pun mampu melakukannya. Mestinya pemberdayaan di tingkat UKM inilah yang harus terus didorong agar kesejahteraan masyarakat meningkat dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitarnya.

Beberapa hasil olahan ubi kayu atau singkong yang sudah cukup dikenal masyarakat antara lain ceriping singkong atau keripik singkong,  kerupuk singkong, lemet, combro, tiwul, gathot, tape / peuyem (jawa barat), gethuk, patilo, dan slondok.  Satu lagi hasil olahan berbahan baku ubi kayu atau singkong yang diproduksi di daerah Bojonegoro - Jawa Timur adalah Rengginang Singkong.

Sesuai dengan namanya, secara sepintas nampak bahwa produk ini menyerupai rengginang beras ketan yaitu berbentuk bulat dan setelah digoreng terasa gurih dan renyah. Namun apabila dilihat prosesnya, ternyata produk rengginang singkong Bojonegoro ini menyerupai proses pembuatan pathilo yang banyak diproduksi di daerah Gunungkidul - Yogyakarta. Antara Rengginang Bojonegoro dan pathilo Gunungkidul memang ada perbedaan pokok dalam proses pembuatannya.  Dalam pembuatan pathilo,  sepengetahuan saya singkong parut setelah diperas dan dicuci bersih  tidak langsung dicetak dan dikukus menjadi pathilo melainkan didiamkan 2-3 hari  sehingga terjadi  fermentasi. Perlakuan ini dimaksudkan agar pathilo dapat mengembang lebih besar ketika digoreng (untuk yang satu ini saya belum membuktikan, karena yang membuat produk bisa mengembang adalah ditambahkannya tapioka sehingga terjadi gelatinisasi sempurna. Ada yang tertarik meneliti ?). Yang jelas, menurut lidah saya pathilo yang dihasilkan terasa sedikit agak asam dibandingkan Rengginang singkong Bojonegoro.

Sedangkan dalam pembuatan rengginang singkong, setelah singkong dikupas dan dicuci bersih, selanjutnya singkong diparut, kemudian parutan singkong dicuci bersih (diekstrak beberapa kali dengan air bersih untuk menghilangkan rasa pahit). Selanjutnya ampas parutan singkong dihancurkan, ditambahkan bumbu, dan dibuat butiran-butiran kemudian dicetak bulat (dengan cetakan plastik dari alas botol kemasan air minum). Selanjutnya dikukus hingga matang, kemudian didinginkan dan dijemur hingga kering. Setelah itu, rengginang singkong kering digoreng dan dikemas. Produk rengginang singkong ini nampak lebih putih dan rasanya netral - tidak asam seperti pada pathilo.

Secara teknologi, proses pembuatan rengginang singkong Bojonegoro tersebut relatif mudah dan dapat dikerjakan oleh industri kecil skala UKM. Selain itu alat-alat yang dibutuhkan juga relatif sederhana dan tidak membutuhkan investasi relatif besar. Jadi, apakah anda tertarik menjadi juragan Rengginang Singkong ?. Siapa Takut !!!

16 komentar:

  1. saya lebih menanyakan bagaimana cara membuat pathilo tersebut, bahan, serta pengolahan. . . .tolong info lebih lanjutnya

    meda_yogi@yahoo.com-ini email saya, terima kasih

    BalasHapus
  2. Hmmm... apa ada tentang analisa rengginang singkongnya?

    BalasHapus
  3. *Mas Yogi, terima kasih kunjungannya. maaf baru sempat balas sekarang. Untuk proses pembuatan patilo dan rengginang singkong itu serupa mas.
    Bedanya, pada pembuatan pathilo setelah singkong parut diperas dan dicuci bersih kemudian dididiamkan atau difermentasi 2-3 hari, setelah itu baru dicetak bulat dan dijemur. Pada pembuatan rengginang singkong tidak ada fermentasi, jadi langsung dicetak bulat dan dijemur.
    Meskipun singkat mudah2an cukup jelas.
    Salam.

    BalasHapus
  4. *mbak/mas Nova, terima kasih kunjungannya.
    Bisa dilakukan analisa produknya mbak, misalnya kandungan protein, lemak, karbohidrat, serat, dll. Kalau mau analisa produk rengginang singkong, bisa diujikan di Fak. Teknologi Pertanian - Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian - UGM. Silahkan menghubungi mbak Novi di Lab. Biotek Gedung Lama- lantai 2. Mudah2an cukup jelas.
    Salam.

    BalasHapus
  5. pak, saya sudah dan sedang menggembangkan pathilo bekerja sama dengan beberapa UKM d gunungkidul dan ada 1 d sleman, membuat pathilo yang tidak lagi memiliki rasa asam. hal ini saya lakukan dengan modifikasi saat fermentasi ampas. boleh di coba pak:)

    BalasHapus
  6. Terima kasih mbak yuyun kunjungannya. Wah.. boleh juga tuh ilmunya bisa dibagi-bagi disini biar diketahui juga yang lain. Tapi kalau keberatan, boleh donk dibagi ke email saya priwitono@gmail.com

    BalasHapus
  7. Hidup singkong! asala jangan menjadi BUPER SINGKONG yang membuat hatiku sebel.

    BalasHapus
  8. Saya mau beli d mana Contak saya 081233322237, mohon di bantu Terimakasih

    BalasHapus
  9. saya ingin menanyakan cara pembuatan pembuatan rengginang secara detail n bumbu2 apa ja yg di perlukan??
    thx atas informasiny....trm kasih

    BalasHapus
  10. mas tolong jelaskan secara rinci cara penbuatan renginag dr singkong ni

    BalasHapus
  11. ni almat email saya
    tolong kirim ke email ay

    deri.ridwan@gmail.com

    BalasHapus
  12. setahu saya setelah dicetak pathilo itu dikukus lalu dijemur hingga kering

    BalasHapus
  13. setahu saya setelah dicetak pathilo itu dikukus lalu dijemur hingga kering

    BalasHapus
  14. setahu saya setelah dicetak pathilo itu dikukus lalu dijemur hingga kering

    BalasHapus
  15. setahu saya setelah dicetak pathilo itu dikukus lalu dijemur hingga kering

    BalasHapus